Sebagai postingan pertama, di sebuah senja beberapa waktu lalu saya sengaja jalan-jalan di sepanjang Sungai Cikapundung sekitar bawah Jembatan Pasupati. Sebuah pemandangan yang kontras/kontradiktif antara bagian atas dan bawahnya. Bagian atas seakan menjadi kebanggaan baru (meski bermasalah) dengan bagian bawahnya yang tidak teratur, semrawut, dan ruang-ruang yang hilang atau mubadzir karena tidak ada perencanaan yang baik.


Di sepanjang bantaran sungai ini khususnya bawah Jembatan Pasupati, kita akan temui rumah-rumah yang berdiri apa adanya, semi permanen, dan tentu saja kumuh. Tidak ada aturan sempadan sungai di sini. Benar, (mungkin) ada aturan yang disusun dan ditetapkan oleh mereka para penentu kebijakan, namun realitasnya memang tidak ada aturan apa-apa di sini. Siapa saja dan kapan saja orang bisa membuat rumah/bangunan dan kandang-kandang ternak di sini. Tak heran, alih2 mengatur lanskap, tanaman, kualitas air, dll, dll, berbagai bentuk kotoran atau sampah bisa anda temui di sepanjang sungai ini.